splashScreen

April 4, 2010

Biasanya pada saat kita me-running sebuah program, maka yang akan tampil pertama kali adalah sebuah logo dari program tersebut…

Logonya itu bisa menampilkan sebuah gambar atau mungkin juga sebuah animasi…

Gambar atau animasi tersebut kita bisa membuatnya sendiri dan kita masukan sebagai logo pada aplikasi yang kita buat.

Sekarang mari kita coba membuat sebuah aplikasi yang menampilkan logo yang kita buat pada saat aplikasi berjalan untuk pertama kali…

yang di butuhkan adalah sebuah file gambar yang akan kita jadikan logo pada aplikasi yang akan di buat (nama file gambar yang saya gunakan dalam class splashScreen adalah splashScreen.jpg)

Berikut penggalan syntax dari class splashScreen :

import javax.swing.JLabel;

import javax.swing.ImageIcon;

import javax.swing.JWindow;

public class splashScreen

{

JLabel la = new JLabel(new ImageIcon(“resources/splashScreen.JPG”));

JWindow jwin = new JWindow();

public splashScreen()

{

jwin.getContentPane().add(la);

jwin.setBounds(150,100,667,500);

jwin.setVisible(true);

try

{

Thread.sleep(3500);

}

catch (InterruptedException e)

{

e.printStackTrace();

}

jwin.setVisible(false);

jwin.dispose();

}

public static void main(String[] arg)

{

new splashScreen();

}

}

Ok, selamat bereksperimen dengan logo-logo yang anda buat…

http://www.syarifudinmusa.blogspot.com/

Advertisements

JProgressBar

April 4, 2010

JProgressBar atau yang biasa saya sebut loading…, adalah sebuah komponen yang menampilkan lama proses dalam bentuk grafis.

Namun dalam pembahasan kali ini, lamanya proses tersebut tidak berdasarkan pada sebuah alur dari system berjalan, tapi lamanya proses tersebut kita bisa atur sendiri.

Berikut penggalan syntax dari class contohJProgressBar :

import java.awt.BorderLayout;

import java.awt.Container;

import javax.swing.BorderFactory;

import javax.swing.JFrame;

import javax.swing.JProgressBar;

import javax.swing.border.Border;

class contohJProgressBar extends JFrame

{

int a = 0;

JProgressBar progressBar = new JProgressBar(0,100);

Border border = BorderFactory.createTitledBorder(“Reading…”);

contohJProgressBar()

{

setTitle(“JProgressBar Sample”);

setBounds(400,300,250,80);

setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);

Container content = getContentPane();

content.add(progressBar, BorderLayout.NORTH);

progressBar.setStringPainted(true);

progressBar.setBorder(border);

setVisible(true);

while (a <= 100)

{

progressBar.setValue(a);

try

{

Thread.sleep(50);

}

catch (InterruptedException e){}

a += 1;

}

setVisible(false);

}

public static void main(String args[])

{

new contohJProgressBar();

}

}

Dengan mengisi sebuah nilai pada Thread.sleep(50), maka lama atau tidaknya sebuah proses bisa di atur.

http://www.syarifudinmusa.blogspot.com/

Senam Aerobik

April 4, 2010

SENAM aerobik merupakan gabungan gerakan-gerakan yang energik dan kreatif, beriramakan cepat dengan gerakan dasar kaki jalan-loncat sesuai dengan fungsi senam aerobik itu sendiri. Manfaat senam aerobik adalah meningkatkan kesehatan jantung dan stamina tubuh. Tapi bila dilakukan secara tidak benar bisa menimbulkan cedera.
Demikian diungkapkan Lisda, struktur senam di Sanggar Senam Nony yang berlokasi di Jalan Veteran No. 927 Palembang, ketika diwawancarai Sripo, Selasa (13/7) kemarin.
Menurut Lisda, senam aerobik sangat cocok untuk wanita yang berusia muda, 30 tahun ke bawah. “Karena senam ini berirama cepat dan di dalamnya terdapat bermacam variasi gerak, yang mungkin sulit diikuti oleh mereka yang berusia di atas 30 tahun.” ujarnya.
Dijelaskan, bagi wanita berusia 30 tahun, yang ingin melakukan senam aerobik, agar tidak cedera maka harus dilakukan dengan benar. Gerakan-gerakan dan latihan yang asal-asalan dan tidak benar dapat menimbulkan cedera yang mungkin sulit untuk disembuhkan. Bukan manfaat yang diperoleh.
“Tapi apa pun jenis senam yang dipilih, semuanya bermanfaat bagi tubuh apabila dilakukan dengan teratur, baik, dan benar. Karena itu bergabunglah dengan sanggar-sanggar atau klub senam yang mempunyai instruktur serta pelatih yang baik dan berkualitas.” ujarnya.
Menurut wanita yang juga menjadi instruktur di beberapa tempat fitness di Palembang, senam aerobik ini, dapat dilakukan di rumah, sebaiknya senam aerobik dilakukan jam 6 pagi dan 5 sore. (fil)

Tips
Senam Aerobik
– Pakailah sepatu yang nyaman dan memang khusus untuk aerobik
– Ikuti gerakan instruktur dengan benar.
– Jika tidak dapat mengikuti seluruh gerakan, cukup ikuti dengan gerakan tangan atau kakinya saja.
– Tidak perlu memaksakan diri sehingga membuat gerakan salah dan tidak ada manfaatnya.
– Biasakan berlatih aerobik dengan insruktur yang sama, untuk menghindari berbagai gerakan berbeda. Instruktur yang sama memudahkan peserta mengikuti gerakannya.

http://www.bloggaul.com/anassepty/readblog/78263/senam-aerobik

Lari Pagi

April 4, 2010

Banyak manfaat lari pagi. Namun, ada juga resikonya jika dilakukan tak sesuai dengan aturan kesehatan. Seperti apa aturan tersebut?

Lari adalah olahraga menyehatkan. Olahraga murah yang tak butuh perlengkapan rumit. Olahraga ini bisa dilakukan oleh siapa pun, tua muda, kaya dan miskin.

Menurut penelitian para ilmuwan. Lari pagi dapat mencegah penyakit stress dan depresi. Dr. Keith W. Johnsgard, seorang pelari marathon, psikolog, dan penulis buku the Exercise Prescription for Depression and Anxiety, mengatakan bahwa peningkatan aliran darah dapat membuat kita lebih tenang menghadapi stress dan meregangkan otot-otot.

Selain itu para ahli percaya bahwa pengeluaran beta-endorphin selama berlari bisa membantu meningkatkan mood (semangat). Hal yang sama terjadi pada wanita yang akan melalui masa menopause.

Menurut hasil penelitian Universitas Melbourne, Australia, wanita hamil yang kerap berolahraga lari jarang gelisah, kondisi psikologi baik, begitu juga pikirannya. Tentu saja jika Anda ingin melakukan hal ini saat hamil harus terlebih dahulu meminta nasihat dokter.

Jangan Terlalu Jauh

Penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa para pecinta olahraga lari jarak jauh, seperti maraton, harus menambah konsumsi gizinya jika tak mau menderita kerusakan tulang. Sebab, ilmuwan Inggris baru-baru ini menemukan bukti bahwa lari jarak jauh bisa menyebabkan kerusakan tulang.

Pada banyak kasus, ungkap peneliti tersebut seperti dikutip BBC News Online, para pelari jarak jauh memiliki tulang yang lebih lemah dibanding tulang kebanyakan orang.

Adalah tim ilmuwan dari University of East London yang telah melakukan riset pengukuran terhadap kepadatan tulang belakang dan pinggul pada 52 perempuan yang dalam satu minggu berlari sejauh lima hingga 70 kilometer. Semua partisipan yang berusia antara 18 dan 44 tahun itu sama-sama belum memasuki masa menopause.

Para peneliti juga mendata jenis makanan apa saja yang mereka konsumsi selama satu minggu, yakni mencakup kandungan nutrisi dan mineral, seperti magnesium dan kalsium. Nutrisi ini sangat besar peranannya terhadap pertumbuhan kesehatan tulang. Mereka juga mendata faktor lain yang berpengaruh pada tulang, yaitu bobot tubuh, siklus menstruasi, atau konsumsi hormon tambahan.

Hasilnya, perempuan yang lebih banyak berlari justru memiliki massa tulang lebih rendah dibanding mereka yang jarak tempuh larinya lebih lecil. Ada sejumlah kecil massa tulang yang berkurang dalam setiap jarak tempuh sepuluh kilometer.

Menurut dr. Melanie Burrows, pemimpin riset tersebut, para atlit yang banyak melakukan olah tubuh seperti senam, angkat berat, dan bola voli, dimana tubuh melakukan dorongan 10 kali lipat dari berat badan, mempunyai massa tulang lebih tinggi dibanding dengan yang melakukan dorongan yang hanya lima sampai sepuluh kali berat badan. Aktivitas terakhir itu termasuk di dalamnya lari jarak jauh.

Walaupun aktivitas lari banyak melibatkan banyak gerakan kaki yang menahan berat badan di tanah, ternyata besar dorongan yang ditimbulkan lebih kecil dan tidak mampu merangsang pertumbuhan tulang. “Diperlukan lebih banyak aktivitas atau gerakan tubuh yang lebih keras lagi untuk menurunkan hubungan eksak antara lari jarak jauh dengan rendahnya masa mineral tulang,” ujar Burrows.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para pelari adalah jarak jauh, kata Burrows lagi, adalah diet ketat. Biasanya, para pelari maraton suka menjaga penampilan. Mereka termakan oleh mitos bahwa seorang pelari seharusnya bertubuh ramping dan kurus. Lebih dari itu tubuh ramping identik dengan kelincahan dan mengurangi beban di waktu berlari.

“Padahal saat kita berlari, terlebih lari jarak jauh, kita mengeluarkan lebih banyak energi dibanding kebanyakan orang,” kata Burrows.

Jadi, jika Anda ingin lari sehat, tempuhlah jarak yang tidak terlalu jauh namun lakukan secara teratur. Jangan lupa, imbangi dengan mengonsumsi gizi yang tepat. Jika ini semua dilakukan, Anda akan mendapat manfaat lari dan menghindari dari kerapuhan tulang sejak dini. Demikian hasil penelitian yang secara rinci dipublikasikan oleh British Journal of Sports Medicine ini

http://doeltea.multiply.com/journal/item/10/Lari_Manumbuhkan_Rasa_Senang

Berlatih Kembali Kepada Allah

April 4, 2010

Kematian itu datang bila-bila masa. Berlatihlah agar kita benar-benar bersedia untuk mati.

Ketika kita baring ingin tidur, berlatihlah untuk kembali kepada Allah SWT.  Pastikan kita mempunyai wudhuk. Rasai jiwa kita menuju kepada Allah SWT. Lupakan niat ingin tidur dengan menggantikannya dengan rasa kembali kepada Allah SWT sambil beristighfar memohon keampunan dan berzikir mengagungkan Allah SWT. Apabila rasa benar-benar tunduk pada Allah SWT, ucapkanlah dua kalimah syahadah.

Kemudian rasai jiwa kita keluar daripada jasad perlahan-lahan bermula dari kaki perlahan-lahan naik hingga ke leher kita. Serahkan kembali hak Allah SWT iaitu segala harta benda, anak, isteri/suami kepada Allah SWT. Tumpukan kepada jiwa yang akan meninggalkan jasad secara perlahan-lahan.

Teruskan merasai yang kita akan kembali kepada Allah sehingga kita ditidurkan oleh Allah SWT. Jika kita benar-benar kembali kepada Allah SWT iaitu ajal sampai ketika itu, Alhamdulillah kerana kita melepaskan nafas terakhir kita dengan benar-benar berserah pada Allah SWT.

InshaAllah, mengikut pengalaman semasa melakukannya mula-mula dahulu, mulanya kita masih terikat dengan segala apa yang kita miliki. Kita berasa sangat bimbang dan gementar. Saya seringkali terbuka mata dan tidak mahu melakukan lagi kerana jantung berdegup laju kerana bimbang benar-benar akan mati.

Tetapi perlahan-lahan, apabila latihan selalu dilakukan, kita akan berasa benar-benar bersedia untuk kembali kepada Allah SWT bila-bila masa sahaja. Kita tidak akan terikat dengan apa yang ada disekeliling kita melainkan Allah SWT. Kita melepaskan diri daripada terikat dengan harta benda, anak, isteri/suami dan segalanya di dunia ini walaupun di mana kita berada dan sentiasa bersedia untuk kembali kepada Allah SWT. InshaAllah.

Latihan ini boleh dilakukan ketika rehat sebentar setelah penat bekerja atau ketika duduk-duduk santai.

Semoga di saat nafas terakhir kita, kita tetap teguh bersaksi dengan PENUH KESEDARAN bahawa tiada Tuhan melainkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul Allah SWT.

http://aeieci.blog.friendster.com/

Peran Ma`rifat Dalam Mencapai Kesempurnaan

April 4, 2010

“…Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Q.S. Az-Zumar:9)

Landasan utama kesempurnaan setiap individu ataupun suatu komunitas terletak pada kualitas ma’rifat (pengetahuan) dan pola fikir mereka. Kesempurnaan tersebut tidak mungkin terealisasi secara utuh tanpa didukung kualitas pengetahuan yang tinggi.Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu dan pengetahuan. Pesan Islam tentang pentingnya peningkatan intelektual dan keilmuan akan banyak kita dapati di berbagai rujukan tradisional yang tidak terhitung jumlahnya. Sebagai contoh, hadis yang berbunyi,: “Tafakur sesaat lebih utama dibanding ibadah tiga puluh tahun.”

Sedemikian tinggi nilai ma’rifat di mata Islam, sehingga ia dikategorikan sebagai paling mulianya ibadah, yang jika dibandingkan dengan ibadah sekian puluh tahun lamanya dan tanpa didasari ilmu dan ma’rifat, maka ia jauh lebih baik dari pada ibadah tersebut.

Allah swt dalam al-Quran menjelaskan bahwa salah satu fungsi diutusnya rasul adalah untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan pola fikir manusia, ” ….dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah ….” (Q.S. Jum’ah : 2).

Dalam pandangan Islam, kualitas sebuah perbuatan bisa diukur dari tingkat ma’rifat si pelakunya. Jika pelaku tidak melandasi perbuatannya dengan pengetahuan atau ma’rifat, perbuatannya itu tidak bernilai sama sekali. Dengan kata lain, tingkat kualitas suatu tindakan ditentukan sesuai dengan derajat ma’rifat pelakunya. Semakin tinggi derajat ma’rifat seseorang, semakin tinggi pula kualitas perbuatannya, meskipun perbuatan itu secara lahiriah nampak remeh, sebagaimana yang ditegaskan dalam riwayat “Tidurnya orang alim adalah ibadah.”

Di sisi lain, penekanan Islam dalam pengutamaan kualitas ibadah dibanding kuantitasnya sangat mencolok, seperti yang kita amati dari ayat 2 surat Al-Mulk: “… supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya… “

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah swt lebih menekankan amal yang terbaik, bukan yang terbanyak. Jelas bahwa amal terbaik adalah amal yang dilandasi dengan ma’rifat.

Imam Abu Ja’far a.s. bersabda, “Wahai anakku! Ketahuilah bahwasanya derajat syiah (pengikut) kita akan sesuai dengan kadar ma’rifat mereka karena aku pernah melihat di dalam “Kitab Ali” (Mushaf Ali) tertulis bahwa nilai kesempurnaan seseorang ditentukan oleh kadar ma’rifat-nya” (Ma’ani al-Akhbar).

Tentu saja, riwayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan ayat yang mengatakan, “… Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu …” (Q.S. Al-Hujurat : 13) karena kalau ditelusuri lebih dalam lagi kita akan ketahui bahwa ketakwaan diperoleh berkat amal saleh dan amal saleh sendiri tidak akan lahir kecuali dari sumber keimanan, sedangkan keimanan ini mustahil dicapai tanpa landasannya, yaitu ma’rifat.

Ringkasnya, ketakwaan tidak mungkin didapati kecuali dengan ilmu dan ma’rifat. Di samping itu, kemuliaan manusia yang dinilai dengan ketakwaannya, juga dinilai dengan sumber ketakwaannya tersebut; yaitu ma’rifat.

Maka, betapa besar perhatian dan penekanan ajaran Islam terhadap nilai ilmu dan ma’rifat, sebagaimana yang ditegaskan firman Allah swt dalam hadis qudsi berikut ini: “Aku ibarat harta yang terpendam, maka Aku senang untuk diketahui. Oleh karena itu, Kuciptakan makhluk agar diriku diketahui” (Bihar al-Anwar).

Penciptaan makhluk yang ada di alam semesta ini, khususnya manusia yang memiliki berbagai potensi, adalah untuk ber-ma’rifat kepada Allah yang merupakan tujuan utama penciptaan. Imam Ja’far Shadiq a.s. dengan menukil riwayat dari kakek beliau, Imam Ali Zaenal Abidin a.s. menafsirkan kata “al-Ibadah” yang tercantum dalam ayat “Tidaklah Kucipta-kan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (Q.S Al-hujarat : 13), bersabda, “Wahai para manusia! Sesung-guhnya Allah swt tidak menciptakan hamba-hamba-Nya kecuali untuk mengenal (ber-ma’rifat) kepada-Nya” (Biharul Anwar).

Jelas, dilihat dari sisi definisi, ibadah berbeda dengan ma’rifat. Namun, jika kita lihat hubungan keduanya, maka kita akan dapat menilai eratnya hubungan itu, karena bagaimana mungkin kita akan beribadah kepada Zat yang tidak kita kenal, dan mungkinkah kita merasa sudah mengenal Zat Mahasempurna, yang selayaknya disembah dan harus kita tuju untuk kesempurnaan jiwa kita, sementara kita tidak melakukan ibadah kepada-Nya, padahal kita tahu bahwa kesempurnaan jiwa mustahil dicapai tanpa ibadah.

Imam Ali a.s. dalam Nahjul Balaghah membuka khutbah pertamanya dengan ucapan, “Awal agama adalah mengenal-Nya.” Maka, awal yang harus diraih seorang hamba dalam ber-ma’rifat adalah pengetahuan tentang penciptanya yang melahirkan suatu keyakinan. Ia tidak akan mencapai suatu keyakinan tanpa pengetahuan.

Lawan ma’rifat adalah taqlid. Kata ini berarti mengikuti ucapan seseorang tanpa landasan argumen. Maka, taqlid tidak dikategorikan sebagai ilmu. Ia sama sekali tidak akan meniscayakan keyakinan.

Sehubungan dengan ma’rifatullah dalam pandangan Islam, khususnya mazhab Ahlul Bayt, setiap manusia harus meyakini keberadaan Allah swt dengan berbagai konsekuensi ketuhanan-Nya, karena keyakinan tidak mungkin muncul tanpa landasan ilmu dan argumen. Oleh karena itu, Islam melarang taqlid dalam masalah ini.

Tentu saja, manusia tidak mungkin ber-ma’rifat dan mengenal Zat Allah SWT haqqu ma’rifatih (secara utuh dan sempurna), sebagaimana yang dibuktikan oleh akal. Karena, bagaimana mungkin sesuatu yang terbatas (makhluk) dapat mengetahui dan menjangkau zat yang tidak terbatas (al-Khaliq) dari berbagai sisi-Nya. Oleh sebab itu, rasul sebagai makhluk yang paling sempurna pernah bersabda dalam penggalan munajatnya, “Wahai Tu-hanku, diriku takkan pernah mengetahui-Mu sebagaimana mestinya.”

Hal ini tidak berarti kita bebas dari kewajiban1 mengenalnya2, Imam Ali a.s. pernah menegaskan, “Allah swt tidak menyingkapkan hakikat sifat-Nya kepada akal, kendati Dia pun tidak menggugurkan kewajibannya untuk mengenal diri-Nya” (Nahjul Balaghah).

Setiap ilmu dan ma’rifat, khususnya ma’rifatullah, yang dimiliki oleh setiap individu ataupun suatu komunitas sangat berpengaruh pada perilaku moral dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kita bisa bandingkan mereka yang meyakini pandangan dunia Ilahi dengan mereka yang menganut pandangan dunia materialis. Kelompok kedua ini menganggap bahwa kehidupan manusia tidak memiliki kepastian dan kejelasan tujuan yang harus ditempuh, anggapan yang bermuara dari keyakinan bahwa kebermulaan alam ini dari shudfah (kebetulan), sehingga mereka melihat bahwa kematian merupakan titik akhir dari kehidupan dan manusia menjadi tiada hanya dengan kematian. Kematian itu akan menghadang setiap orang tanpa pandang bulu, zalim maupun adil, berbudi luhur maupun tercela.

Maka, ketika anggapan-anggapan tersebut menjadi dasar pengetahuan, sekaligus menjadi dasar keyakinan, mereka hidup sebagai hedonis yang selalu berlomba untuk mencari segala bentuk kenikmatan duniawi dan menganggapnya sebagai kesempurnaan sejati yang harus dicari oleh setiap orang, sebelum ajal mencengkeram mereka. Menurut mereka, tidak ada sesuatu yang lebih sakral dibanding kenikmatan hidup ini, dan nilai-nilai moral seseorang akan terus berubah seiring dengan perubahan situasi dan kondisi dunia dengan berbagai atributnya, sehingga standar etika mereka adalah segala hal yang berkaitan dengan prinsip materialisme dan hedonisme.

Berbeda dengan pandangan agama samawi, khususnya Islam. Bertolak dari prinsip tauhid3 muncullah keyakinan-keyakinan, seperti adanya tujuan-tujuan pasti yang tak pernah sia-sia di balik penciptaan alam semesta ini, termasuk penciptaan manusia, sebagaimana firman Allah SWT, “Apakah engkau menyangka bahwa telah kami ciptakan dirimu (manusia) dengan kesia-siaan, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (Q.S. Al-Mu’minun : 115)

Oleh karena itu, kematian menurut mereka bukanlah akhir dari kehidupan. Sebaliknya, ia lebih merupakan gerbang awal dari kehidupan abadi. Maka, suatu keniscayaan bagi Allah swt Zat yang Maha adil dan Maha tahu akan setiap gerak perilaku makhluk-Nya, untuk menjadikan suatu alam selain alam dunia ini sebagai tempat pertanggung-jawaban atas setiap perbuatan manusia selama masa hidupnya di dunia.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hanya Allah swt satu-satunya Zat yang Mutlak dari berbagai sifat kesempurnaan, sehingga jika kita dapati kebaikan dan keindahan di alam fana ini, maka itu merupakan bentuk manifestasi (penjelmaan) kebaikan dan keindahan-Nya.

Yang dimaksud dengan “manusia sempurna” adalah suatu derajat di mana manusia telah mampu mencapai bentuk penjelmaan sifat-sifat Ilahi dalam dirinya, sekaligus berhasil menjauhkan diri dari berbagai sifat yang harus dijauhkan dari sifat-sifat Allah swt. Hal inilah yang selalu dianjurkan oleh Rasul dalam sabda beliau: “Berakhlaklah dengan akhlak Allah.

Dalam konteks ibadah4 sehari-hari, kita selalu dianjurkan berniat untuk taqarrub, yaitu mendekatkan diri kepada-Nya. Taqarub di sini mengisyaratkan pada tasyabbuh (penyerupaan diri dengan sifat-sifatNya). Semakin bertambah kualitas dan kuantitas manisfestasi sifat-sifat kesempurnaan Ilahi dalam diri asyiq (seorang pecinta Tuhan), niscaya ia semakin dekat dengan ma’syuq-nya (kekasih), begitu pula sebaliknya. Jika manifestasi itu minim dan pudar, atau bahkan tidak ada sama sekali, ia akan selalu jauh dari penciptanya.

Berbicara tentang penyerupaan sudah menjadi hal yang wajar bagi seseorang mencintai sesuatu. Ia akan selalu berusaha untuk melakukan hal-hal yang mengingatkan dirinya kepada kekasihnya seperti; meniru gaya hidup, mencintai apa yang dicintai kekasihnya dan seterusnya. Begitu juga jika ia membenci sesuatu, maka ia selalu berusaha untuk melupakan dan menjauhkan diri dari apa yang ia benci. Demikian pula yang dialami oleh pecinta Ilahi.

Perlu ditekankan bahwa jauh-dekatnya seorang hamba kepada Tuhannya bukan berupa jarak materi, tapi merupakan tingkat manifestasi sifat-sifat Ilahi pada diri hamba tersebut, karena kesempurnaan Ilahi tidak teratas, sementara manusia diliputi oleh berbagai macam keterbatasan. Oleh sebab itu, perjalanan untuk liqa’ (bertemu) dengan Allah swt5 pun tidak berbatas.

Untuk sampai dan bertemu dengan Tuhannya, para salik akan melalui banyak rintangan, berupa hijab (tabir-tabir penghalang) yang harus ia singkirkan untuk sampai pada tujuan yang dia rindukan. itu semua perlu usaha optimal, baik berupa pengetahuan yang bersifat teoritis ataupun aplikatif nyata. Karena, tanpa pengetahuan yang maksimal, suluk seorang hamba tidak akan bisa terwujud. Bekal ilmu seorang salik yang terbatas akan menjauhkan diri dari tujuannya. Imam Shadiq a.s. bersabda, “Seorang pelaku perbuatan tanpa landasan pengetahuan ibarat berjalan di luar jalur yang akan ditempuh. Semakin cepat ia bergerak, tidak akan menambah (cepat sampai tujuan), akan tetapi malah semakin menjauh (dari tujuan).” (Ushul al-Kafi)

Kegagalan perjalanan seorang hamba dalam mencapai tujuannya disebabkan oleh bekal pengetahuan yang tidak cukup, karena pengetahuan yang minim menyebabkan kerancuan memilah baik dari buruk, keyakinan yang benar dari yang salah, juga niat yang tulus dari yang tercemar oleh syirik atau bisikan setan; memperdaya dan menipu dengan berbagai angan dan khayalan, sehingga menerjang apa yang harus dihindari dan meninggalkan apa yang harus dilakukan. Maka, bagaimana mungkin seorang hamba yang rindu bertemu dengan kekasih sejatinya dan mendapatkan keridhoan-Nya, sementara ia menempuh jalan yang tidak diridhai, bahkan dibenci oleh sang kekasih.

Seperti yang telah kita ketahui ilmu tanpa amal ibarat pohon tak berbuah. Ilmu tidak akan memberi manfaat apapun bila tidak diamalkan. Allah swt berfirman dalam surat Al-Jatsiah ayat 23, “Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya.” Ayat ini menjelaskan bahwa ilmu tidak menjamin orang untuk mendapatkan hidayah (petunjuk). Sedangkan penyesatan yang dilakukan oleh Allah swt terhadap orang yang berilmu tadi, hanya karena ketaatan mereka kepada hawa nafsu dan ketidaksesuaian amal mereka dengan pengetahuannya.

Allamah Thabatha’i r.a. dalam tafsir al-Mizan dalam mengomentari ayat di atas menjelaskan bahwa pertemuan ilmu –tentang jalan yang harus ditempuh– dengan kesesatan bukan suatu kemustahilan. Bukankah Allah swt berfirman, “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan, padahal hati mereka sungguh meyakini kebenarannya” (an-Naml:14)..

Tidak ada konsekuensi antara ilmu dan hidayah atau antara kejahilan dan kesesatan. Akan tetapi, petunjuk (hidayah) merupakan penjelmaan ilmu di mana si empunya (alim) selalu komitmen dengan ilmunya, namun jika tidak, maka kesesatan akan menimpanya walaupun ia berilmu.

Dalam kehidupannya, terkadang manusia melupakan apa yang disebut dengan maslahat universal yang harus ia raih, sehingga ia lebih mengedepankan maslahat7 semu di depan matanya dibanding

maslahat jangka panjang yang hakiki. Dalam meraih hal semu tersebut tak jarang ia menggunakan dengan cara-cara yang bertentangan dengan perintah Allah dan lebih mengikuti hawa nafsunya, “Terangkan kepadaku tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya…” (Q.S. Al-furqan : 43).

Oleh karena itu, dalam menuju kesempurnaan abadi dan maslahat hakiki, selain diperlukannya ma’rifat sebagai pondasinya, juga tarbiyah yang dalam bahasa al-Quran disebut tazkiyah (penyucian diri) sebagai salah satu fungsi diutusnya rasul, “…Yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkannya ….” (Q.S. Al-jum’ah : 2). Tazkiyah inilah sebagai pilar utama dari tegaknya bangunan kesem-purnaan jiwa manusia.

Semoga Allah swt selalu memberi taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua dengan perantara Rasul dan keluarga suci beliau. Amin.

Daftar pustaka:

1. Asykewari. Mabani-e nazari wa amali-e ahlaq.

2. Jawad Amuli. Tafsir-e maudhu’i.

3. Allamah Thaba’thaba’i. Tafsir Al-mizan.

4. Syuja’i. Maqolaat.

________________________________________

1. Wajib mengenal Allah telah ditetapkan oleh argumen akal ataupun nash Islami ( Al Quran dan hadis) sebagaimana tercantum dalam pembahasan akidah. Bagi ikhwan yang ingin menelaah argumen-argumen tersebut bisa merujuk pada buku-buku dan bahasan-bahasan tentang akidah.

2. Ada satu kaidah yang berbunyi, “Apa yang tidak bisa diketahui semuanya jangan ditinggal semuanya.”

3. Khususnya dalam pembahasan “tauhid fil hakimiyah” (salah satu topik dalam akidah).

4. Ibadah yang dimaksud di sini lebih umum dari bentuk peribadatan seperti salat, puasa, haji dan seterusnya, tapi mencakup perilaku kita sehari-hari.

5. Yang dimaksud “bertemu dengan Allah” ialah dikarenakan Dia hadir dalam setiap tingkatan (maqam) kesempurnaan yang dilalui oleh setiap musafir Ilahi dan dalam setiap maqam itulah sang musafir mendapati penampakkan (tajalliat) perwujudan Ilahi. Tentu dengan kadar dan tingkatan yang berbeda-beda. Jadi yang dimaksud dengan bertemu dengan Allah bukanlah sampainya tujuan akhir bagi sang musafir, karena Allah Zat yang tidak berawal dan berakhir.

6. Hal tersebut karena ia telah diperbudak nafsu dan setan : “Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah swt melainkan dalam keadaan musyrik.” (Q.S. Yusuf : 106)

7. Pada hakekatnya bukan maslahat tapi mafsadah yang telah dihiasi oleh setan seakan-akan adalah maslahat.

http://islamsyiah.wordpress.com/2009/01/23/peran-marifat-dalam-mencapai-kesempurnaan/

The Great Dune of Pyla, France

April 4, 2010

Yang kita tahu bahwa Eropa tidak mempunyai gurun, paling banter hanya bukit pasir yang biasa saja. Tapi anggapan ini salah. Eropa memiliki bukit pasir unik yakni Pyla, panjangnya 3 km, lebar 500 m dan tinggi 100 meter. Bukit pasir ini sangat curam sebagiannya menghadap ke hutan.

Tempat ini terkenal karena menjadi tempat aktivitas paragliding. Selain keunikan bukit pasir itu, yang juga menakjubkan adalah pemandangan sekitarnya di mana dari ketinggian kita bisa melihat laut dan hutan. Karena bukit pasir ini jauh lebih tinggi dari hutan, sehingga dari bukit pasir itu kita bisa melihat semuanya.

http://www.apakabardunia.com/post/unik_aneh/tempat-tempat-di-dunia-yang-unik-dan-menakjubkan

Guaíra Falls, Brazil-Paraguay border

April 4, 2010

Kebanyakan orang menganggap air terjun Niagara adalah yang terbesar di dunia. Padahal Guaira Falls lah yang terbesar di dunia dengan volume air terjun yang mencapai rata-rata 1.750.000 kubik per-detik. Bandingkan dengan Niagara Falls yang hanya 70.000 kubik per-detik.

Sumber Guaira Falls yang terletak di perbatasasn Brasil-Paraguay, adalah sungai Parana. Tahun 1982, pada air terjun Guaira ini dibangun bendungan untuk pembangkit listrik dengan nama Itaipu Dam yang sekarang menjadi bendungan terbesar kedua penghasil listrik terbesar di dunia setelah Gorges Dam. Itaipu Dam menyuplai 90 persen listrik ke Paraguay, dan 19 persen ke Brasil, juga Rio de Janeiro dan Sao Paulo.

http://www.apakabardunia.com/post/unik_aneh/tempat-tempat-di-dunia-yang-unik-dan-menakjubkan

Batteries Powered by Water – or Urine

April 4, 2010

NoPoPo – yang merupakan singkatan dari non polution power adalah sebuah merek baterai Jepang yang dapat dijalankan menggunakan hampir semua cairan, termasuk air seni.

Yang mungkin terdengar aneh, tapi dalam situasi darurat bila Anda tidak memiliki air untuk cadangan, bisa sangat berguna. Baterai ini tidak akan bertahan selamanya. Siklus hidup sekitar 3-5 kali charge dan mereka hanya tersedia di Jepang.

http://www.apakabardunia.com/post/teknologi/benda-benda-unik-berteknologi-air

Bedol Water-Powered Alarm Clock

April 4, 2010

Bawalah jam alarm AndA kemana saja dan jangan khawatir tentang bagaimana dengan baterainya? AndA hanya tinggal menggunakan sisa air dalam gelas di meja.

Anda hanya tinggal mengisi ulang tangki dengan air atau perasan air jeruk lemon, yang membuatnya tetap bekerja dengan lebih efisien. Jam ini bahkan memiliki fungsi memori yang menyimpan waktu saat kita mengisi ulang air, sehingga jam ini tidak perlu di-reset lagi.

http://www.apakabardunia.com/post/teknologi/benda-benda-unik-berteknologi-air